Pernahkah kalian mendengar self-talk?
Ya, berbicara dengan diri sendiri. Ini maksudnya berbicara seperti orang gila?
Tentu saja bukan. Self talk adalah berdialog dengan diri sendiri yang
dipengaruhi pikiran bawah sadar dalam mengungkapkan perasaan, pikiran,
pertanyaan, dan keadaan yang diucapkan didalam hati atau dengan bersuara. Dan
biasanya cermin adalah teman sejati yang menjadi bayangan diri kita.
Mungkin kamu pernah
berpikir, "aku selalu berusaha memahami orang lain tapi kenapa
orang-orang tidak pernah memahami keadaanku?". Meskipun begitu, lalu
pernahkah kamu berpikir, bagaimana orang bisa memahami keadaanmu sementara kamu
saja tidak bisa memahami dirimu sendiri. Terkadang kita memang
terlalu sering mendengar cerita orang, mementingkan kepentingan orang lain, dan
berusaha memahami keadaan orang orang disekitar kita. Tapi ingat diri sendiri boleh jadi adalah orang
pertama yang harus kita kenali sebelum kita mengenal orang lain. Namun
justru kita lupa akan hal itu, iya lupa untuk memahami diri kita sendiri.
![]() |
| Sumber : Hüseyin Topcu on Unsplash |
Memahami diri sendiri adalah hal yang paling
rumit dalam hidup. Keadaan bisa berubah setiap waktu, keinginan bisa hilang
dalam sekejap dan pikiran dalam ingatan bisa lupa dalam spontan. Inilah yang
menjadi permasalahan ketika kita memulai sebuah tujuan. Kita bahkan tidak tau
apa yang kita mau, hal apa yang harus kita capai, dan apa mimpi kita. Ya,
karena kita belum bisa memahami diri kita sendiri, itu yang kembali menjadi
permasalahannya.
Menurut
Howes, sekali kita telah menemukan pola dan kebiasaan yang bisa membuat kita
lebih memahami diri sendiri, kita akan bisa lebih mantap membuat
pilihan-pilihan berbeda dari yang sebelumnya tak pernah kita ambil. Tentu saja
dibutuhkan kerja keras dan keberanian kita untuk bertanya tentang hal-hal besar
pada diri sendiri seperti tentang apa yang sebenarnya kita inginkan, mengapa
kita merasakan apa yang tengah kita rasakan, serta pertanyaan-pertanyaan lain
dan harus bersiap untuk mendapat jawaban yang tak sesuai dengan keinginan kita.
Memahami diri sendiri itu penting, kita tidak perlu memakai topeng demi membuat orang lain nyaman. Menyembunyikan perasaan itu boleh, tapi jangan sampai kamu yang memendam perasaan mu sendiri. Ada saatnya kamu tertawa, maka tertawalah, buka bibirmu selebarnya dan tunjukkan pada dunia bahwa kamu pernah bahagia. Namun ada kalanya juga kita menangis, kecewa, sedih, dan putus asa. Tidak apa. Menangislah sekencangnya, luapkan semua kekacuan, beritahu keadaan bahwa kenyataanya kamu memang sedang tidak baik-baik saja.
Kamu boleh saja
membeci dirimu sendiri, tapi kamu tidak akan bisa mengubah kepribadian baik
buruknya kamu. Semua mempunyai sisi baik buruknya masing-masing, dan kamu hanya
perlu menghargai dan memahami bagaimana dan siapa dirirmu.
Disini aku hanya ingin mengingatkan, bahwa memahami diri sendiri itu sangat penting. Penting untuk kita keluar dari zona nyaman, memulai hal-hal baru, dan menyiapakan diri menghadapi kenyataan.




0 Komentar